HUT Gerindra ke 18 DPC Bojonegoro Santuni Anak Yatim dan Tegaskan Peran Sosial Partai

DPC Gerindra Bojonegoro santuni anak yatim. (Dok/foto: Kabari24).

Bojonegoro — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra bertema Kompak, Bergerak, Berdampak, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Bojonegoro menggelar tasyakuran sekaligus bakti sosial pada Jumat, 6 Februari 2026.

Kegiatan di Kantor DPC Gerindra Bojonegoro itu tidak sekadar seremoni ulang tahun. Pengurus partai memanfaatkannya sebagai ruang berbagi dengan masyarakat melalui santunan bagi ratusan anak yatim.

Acara dihadiri seluruh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Bojonegoro, serta anak-anak yatim yang datang bersama wali maupun pengasuhnya.

Selain pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur dan kebersamaan, fokus utama kegiatan diarahkan pada bakti sosial santuni puluhan anak yatim. Program santunan ini telah menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk keberlanjutan kepedulian sosial partai.

Ketua DPC Gerindra Bojonegoro sekaligus Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sahudi, SH, MH, mengatakan peringatan ulang tahun partai harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Alhamdulillah pada 6 Februari 2026 Gerindra genap berusia 18 tahun. Selain tasyakuran, kami melaksanakan bakti sosial sebagai tradisi kepedulian yang terus kami jaga,” ujarnya usai acara.

Ia menegaskan tema Kompak, Bergerak, Berdampak bukan sekadar slogan internal kader, melainkan arah kerja politik yang harus dirasakan publik. Menurutnya, capaian politik tidak boleh berhenti pada kemenangan elektoral.

“Kader harus kompak, bergerak, dan memberi dampak nyata di tengah masyarakat. Partai harus hadir dalam kehidupan sosial, bukan hanya saat pemilu,” katanya.

Salah satu penerima santunan, Nanda, warga Kecamatan Trucuk, mengaku senang bisa kembali mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sering diundang dan berterima kasih karena perhatiannya konsisten,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, DPC Gerindra Bojonegoro menegaskan posisi partai politik bukan hanya sebagai aktor pengambil keputusan publik, tetapi juga bagian dari jaringan sosial yang diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *