Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026.
Hari ini Rabu (13/5/2026) di PT Gelora Djaja Bojonegoro 2 di Jl. Raya Baureno Nomer 222 bertempat di Pabrik rokok Wismilak Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah secara simbolis menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Bojonegoro pada buruh pabrik rokok Wismilak di Baureno.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto dalam sambutanya menyampaikan bahwa dalam penyaluran BLT ini berdasarkan DBHCHT tahun 2026, dasar pelaksanaan tercantum di DPA Kabupaten Bojonegoro dalam anggaran program perlindungan jaminan sosial kegiatan pengelolaan data dan mencakup daerah kewenangan kabupaten/kota sub bantuan sosial kesejahteraan keluarga.
“Di Kabupaten Bojonegoro ada 15.972 buruh pabrik rokok penerima BLT DBHCHT 2026 dengan masing-masing menerima uang tunai Rp 875.000, mereka tersebar di 42 perusahan di Kabupaten Bojonegoro, dan di 6 perusahan yang berada diluar Kabupaten Bojonegoro,” tuturnya.
Selain itu Kadinsos juga menerangkan bahwa penyaluran ini resmi dan sudah sesuai ketentuan perundang undangan. Dan sudah melalui kajian dan tepat sasaran.
“Penyaluran bantuan yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah sekaligus peningkatan kesejahteraan pekerja sektor tembakau dan industri hasil tembakau khususnya masyarakat penerima manfaat,” terangnya.

Ditempat yang sama Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat menyerahkan bantuan secara simbolis menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tetap memprioritaskan pemberian bantuan bagi para buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau meski tahun ini mengalami penurunan anggaran di DBHCHT 2026 dari faktor pengurangan dana transfer pusat.
“Tahun ini total DBHCHT di Kabupaten Bojonegoro sekitar Rp 16 Miliar, dan akan di terimakan sekitar 18 ribu penerima BLT DBHCT yang terbagi pada buruh pabrik rokok dan para petani tembakau,” tuturnya.**(Red).












