Ragam  

Ratusan Juta Digelontorkan, Bus Haji Bojonegoro Diduga Tak Penuhi Standar

Bojonegoro Kabari24.com – Pengadaan armada bus untuk pengangkutan calon jamaah haji asal Bojonegoro menuju Embarkasi Juanda menuai kritik tajam. Pasalnya, armada yang disiapkan diduga tidak memenuhi Standar Mutu Keselamatan (SMK) sebagaimana diatur Kementerian Perhubungan.

Hasil investigasi di lapangan menunjukkan, bus-bus yang digunakan merupakan armada lawas, diproduksi antara tahun 2007 hingga 2018, dan berasal dari luar daerah, yakni Jombang. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait aspek keselamatan dan kenyamanan jamaah haji yang seharusnya menjadi prioritas utama.

“Bus tersebut dari daerah Jombang, dan sebagian besar merupakan armada buatan tahun 2007 sampai 2018,” ungkap sumber di lokasi yang enggan disebutkan namanya, Selasa (20/5/2025).

Padahal, anggaran pengadaan armada ini bukanlah jumlah kecil. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengadaan tersebut menggunakan dana ratusan juta rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Bojonegoro.

Namun sangat disayangkan, hingga berita ini diturunkan, pihak Kesra Setda Bojonegoro belum memberikan klarifikasi resmi meskipun telah dikonfirmasi oleh awak media.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, Amanulloh, menyatakan bahwa urusan transportasi haji sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Maaf, terkait transportasi Kemenag tidak menangani, yang menangani Pemda. Terima kasih,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Menurut salah satu pengusaha travel lokal, armada pengangkut jamaah haji idealnya memenuhi standar fasilitas pariwisata, seperti AC dingin merata dengan blower individual, CCTV di beberapa titik, GPS tracker, serta emergency exit lengkap dengan palu pemecah kaca.

“Kenyamanan dan keselamatan penumpang adalah harga mati,” tegasnya.

Masyarakat berharap Pemkab Bojonegoro segera melakukan evaluasi dan memastikan armada yang digunakan benar-benar layak jalan dan aman, demi keselamatan jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *