Bojonegoro Kabari24.com – Sungai Bengawan Solo meluap beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro terdampak. Berdasarkan update situasi luapan Sungai Bengawan Solo pada Rabu, 22 Januari 2025, pukul 12.00 WIB di Kabupaten Bojonegoro bahwa Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo berada pada angka 14,33 meter, yang berada dalam status Siaga 3 dengan tren stabil.
Berikut ini adalah laporan detail dampak banjir berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bojonegoro bahwa ada 4 Kecamatan yang terdampak luapan Sungai Bengawan Solo.
1. Kecamatan Dander:
– Desa Ngulanan: Beberapa ruas jalan di RT 2 dan RT 3 tergenang air dengan ketinggian 20-30 cm.
– Lapangan Desa Ngulanan: Tergenang air cukup tinggi.
– Desa Ngablak: Jalan lingkungan tergenang air 20-30 cm.
2. Kecamatan Bojonegoro:
– Ledok Wetan: Jalan lingkungan RT 4 RW 1 tergenang air dengan ketinggian 20-30 cm.
– Ledok Wetan (Lorong 2): Jalan lingkungan tergenang dengan ketinggian air bervariasi antara 5 cm hingga 25 cm.
3. Kecamatan Baureno:
– Desa Kalisari: Sekitar 174 hektare lahan pertanian terendam air akibat luapan Sungai Bengawan Solo.
4. Kecamatan Kalitidu:
– Desa Leran: Sebanyak 8 rumah terendam dengan ketinggian air rata-rata 50 cm.
– Desa Sukoharjo: Sebanyak 6 rumah terdampak, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 cm hingga 60 cm. Satu rumah hunian terendam seluruhnya, sementara 5 rumah lainnya terdampak pada bagian dapur.
Kalaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro Laela Nor Aeny menghimbau pada warga yang ada dibantaran sungai agar waspada dan menghindari aktivitas disekitar Bengawan Solo.
“Kami dari BPBD menghimbau kepada warga yang terdampak maupun yang tidak, untuk lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas di sekitar Sungai Bengawan Solo,” tutur Laela Nor Aeny.
Pemerintah setempat dan instansi terkait terus memantau perkembangan tinggi muka air dan dampak banjir.**(red).












