Ragam  

Warga Tawang Sedeng Kanor Mempertanyakan Mangkraknya Perbaikan Jalan Setelah Dibongkar

Bojonegoro Kabari24.com  Pekerjaan perbaikan jalan lingkungan di Desa Sedeng, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, kini menjadi sorotan warga.

Warga Dusun Tawang mengungkapkan kekecewaannya terhadap mangkraknya proyek tersebut yang sudah terhenti sekitar tiga bulan. Pekerjaan yang semula dijanjikan untuk memperbaiki akses jalan yang rusak dengan cara membongkar paving yang ada kini terbengkalai tanpa ada kelanjutan atau kejelasan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan yang semula dibongkar kini hanya menyisakan lubang dan genangan air setelah turun hujan dan mengganggu mobilitas warga. Tumpukan material bangunan seperti paving dan pasir juga tampak berserakan di pinggir jalan, menunjukkan bahwa pekerjaan ini terhenti tanpa alasan yang jelas.

Hingga berita ini diterbitkan pihak Pemerintah Desa Sedeng belum memberikan penjelasan terkait penghentian proyek ini. Ketika awak media mencoba mengonfirmasi kepada Kepala Desa Sedeng, Sutomo, ia tidak memberikan jawaban mengenai kondisi tersebut.

Warga pun mulai berspekulasi mengenai penyebab mangkraknya perbaikan jalan ini. Sebagian warga menilai bahwa proyek tersebut terhenti karena masalah anggaran, sementara yang lain mencurigai adanya hal lain yang menjadi kendala. Namun, ketidakjelasan ini semakin menambah ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa.

Warga setempat pun tak ragu melontarkan kekecewaannya. “Kami sudah lama menunggu perbaikan jalan ini, tapi malah seperti ini. Jalanan semakin parah, dan tak ada penjelasan dari kepala desa. Apa yang salah? Kalau memang anggarannya habis, kami ingin tahu,” ujar salah satu warga Dusun Tawang, dengan nada kecewa. Rabu (29/1/2025).

Warga lainnya, juga mengungkapkan keresahannya, “Ini sudah Tiga bulan, jalan kami dibiarkan seperti ini. Lubang-lubang dan tumpukan material di pinggir jalan makin membuat kami kesulitan. Kami butuh kejelasan,” ungkapnya.

Kondisi ini tentu menjadi perbincangan hangat di kalangan warga yang mendambakan perbaikan infrastruktur jalan untuk memudahkan aktivitas mereka. Kini, harapan warga hanya satu: agar pemerintah desa segera memberikan penjelasan yang memadai dan menyelesaikan proyek yang sudah sempat menggantungkan harapan mereka.**(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *